Kamis, 06 Desember 2012

A.    ~ Banyak faktor anak yang pendiam di usia dini, antara lain:
1.      Faktor dari keluarga
-          Merasa serbasalah dan sering disalahkan, dihukum, dan sering dilarang oleh orangtua.
Selalu disalahkan dan dibatasi membuat anak lebih memilih pasif, diam, tidak banyak omong ataupun tingkah. Aturan yang diberlakukan mendadak, dibuat lebih ketat, dan melanggarnya akan diganjar dengan sanksi yang lebih berat dapat pula menjadi penyebab anak mendadak diam. Ia takut salah sehingga memilih menjadi pasif dan diam.
-          Lingkungan rumah tidak harmonis.
Situasi lingkungan rumah pun bisa memengaruhi anak jadi pendiam. Contoh yang paling gampang dan sering ditemui adalah anak yang orangtuanya bertengkar melulu. "Anak jadi bingung dan akhirnya lebih banyak melamun."

2.      Faktor dari Sekolah
-          Pernah mendapat hukuman atau sanksi dari guru.
Saat guru menerangkan pelajaran di kelas, mungkin saja anak malah mengobrol dan guru memberinya sanksi. Saat itu anak belajar, kalau ngobrol atau berbicara di kelas maka akan dihukum. Berhubung kemampuan nalarnya masih sederhana, anak akan menyimpulkan semua jenis bicara di kelas akan dihukum. Akhirnya si anak memilih diam selama berada di kelas/sekolah.

3.      Faktor Lingkungan
-          Mendapat pengalaman tidak enak di lingkungan teman-temannya.
Contoh, dicuekin lingkungan mainnya, dijauhi kelompok karena sikapnya pada salah seorang teman tidak diterima oleh kelompok. Di sini anak belajar, "Daripada salah lagi di mata teman-teman, akhirnya dicuekin dan tidak diterima, mending diam saja. Yang penting tidak dimusuhi."



Solusi yang dapat saya tawarkan untuk mengubah anak pendiam, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan, seperti menghargai semua sikap anak, memancing anak untuk mau aktif, dan memunculkan keunggulan atau kelebihan dirinya. Jika anak suka dan pintar melukis, misal, mintalah dia untuk melukis sosok ayah-ibunya, mengajari ayah-ibunya melukis, hingga membuat acara pameran lukisannya di lingkungan rumah.
Bisa juga dengan mengajak anak berdiskusi mengenai dunia seni lukis, misal. Dengan cara ini diharapkan anak mau mengemukakan pendapat-pendapatnya dan terbiasa untuk aktif dalam mengemukakan pendapat hingga berargumen, lebih jauh lagi supaya anak lebih percaya diri.
Setelah anak mulai menunjukan keinginan untuk berinteraksi dengan lingkungan, munculkan keberanian dirinya supaya lebih berani dan aktif, serta ajak anak untuk mau bergaul dengan lingkungan di luar rumah.
~ Faktor yang dapat menyebabkan anak menjadi pengganggu atau bullying terhadap temannya, Menurut saya, antara lain:
1.      Kecenderungan permusuhan
Dalam sebuah keluarga, sebuah hubungan dan persahabatan, permusuhan sering tidak dapat dihindari. Membuat permusuhan akan membuat anak merasa dendam dan ingin membalas.
2.      Kurangnya perhatian
Keterlibatan orang tua yang rendah dan kurangnya perhatian pada anak-anak dapat menyebabkan anak-anak ingin mencari perhatian dan pujian dari orang lain. Salah satunya memuji kekuatan dan popularitas di luar rumah.
3.      Gender sebagai laki-laki
Seringkali orang menganggap bahwa untuk menjadi seorang pria harus kuat selama perkelahian. Perilaku ini membuat mereka lebih mungkin agresif secara fisik.
4.      Sejarah kekerasan
Biasanya, anak-anak yang mengalami kekerasan, terutama dari orang tua lebih mungkin untuk ‘balas dendam’ di luar rumah mereka.
5.      Sejarah Perkelahian
Terkadang anak-anak berjuang untuk membuktikan kekuatan mereka untuk membuat seseorang kecanduan untuk terus melakukannya. Bisa jadi karena mereka senang mendapatkan pujian oleh banyak orang.
6.      Paparan kekerasan dari media
Televisi, video game, dan film menyajikan banyak adegan kekerasan atau perang. Meskipun seharusnya orang tua memberikan bimbingan saat menonton atau bermain video game untuk anak-anak, pada kenyataannya banyak yang tidak melakukan hal ini. Eksposur media untuk adegan kekerasan sering membuat inspirasi bagi anak untuk mencobanya di dunia nyata.
Solusi yang dapat saya tawarkan untuk anak yang sering menganggu teman, antara lain:


~ Aktif, periang, mempunyai banyak teman dan senang bergaul adalah sebagian karakteristik yang menggambarkan extraversion. Extraversion adalah kecenderungan untuk fokus terhadap dunia di luar diri. Orang-orang extravert menyukai interaksi sosial dan cenderung bersemangat, senang berbicara dan tegas. Mereka menyukai keramaian, aktivitas sosial, seperti pesta dan berbagai macam kegiatan yang melibatkan banyak orang. Mereka juga cenderung menyukai interaksi sosial dan menghabiskan waktu bersama orang lain. Anak yang dapat bersosialisasi




B.     Adab yang perlu dikembangkan pada anak usia dini
-         Adab Masuk Kamar Mandi
* Membaca doa sebelum masuk kamar mandi
* Mendahulukan kaki kiri.
* Menutup kamar mandi rapat-rapat
* Usahakanlah tidak menghadap kiblat dan tidak membelakanginya.
* Membersihkan kotoran dengan tangan kiri.
* Gunakan air bersih.
* Keluar kamar mandi membaca doa.
* Mendahulukan kaki kanan.

-         Adab Terhadap Orang Tua
-         Adab Berbicara
-         Adab Berteman
-         Adab Makan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar Anda